SELAMAT DATANG DI BLOG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE KOMISARIAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG--WWW.SHTERATEUNDIP.BLOGSPOT.COM-- GREETINGS BROTHERHOOD

Jumat, 28 November 2008

TES JAGO

TES JAGO
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Dari banyak tes, maka tes jago ini juga unik ditambah kalo salah memberi makna bisa-bisa klenik dan menstimulus pengetesnya jadi bangsane paranormal. Coba kita amati, dalam tes jago begitu bunyinya.. calon warga tidak peduli laki-laki atau perempuan harus membawa ayam jago. Ayam jago yang dimaksudkan ya ayam yang biasa untuk aduan. Tidak semua calon warga faham ayam jago, lalu dari pada pusing milih jago lalu konsultasi/ pasrah pada tukang adu jago saja, bahkan ada juga minta tolong pada pengetesnya biar lulus hehehe.
Dalam tes jago nanti yang dites itu ayamnya apa orangnya ? kalo berdasar bunyi tes maka ya ayamnya dan orangnya. Tes ayam jago prinsipnya ya yang siap diadu/di”sabung”kan dalam pengertian sehat, tidak cacad, warna dan syarat sesuai ayam aduan, apalagi nanti untuk SLAMETAN mestinya ya physiknya prima, sebagai cermin ikhlas dan kalo jaman sekarang DITAMBAH agar tidak menimbulkan masalah bila dimakan orang (gimana klo orang habis slametan lalu keracunan? Apa ya ndak urusan sama polisi? Hehehe). Ada lo karena tes jago sudah selesai, maka ayam jagonya di adu oleh adik-adik sampai ada yang babak bundas. kalo gini kan pengertian tes itu jadi gak bener to? di fakultas peternakan yg ndak ada ngelmu slametan, menyembelih hewan (termasuk ayam) diwajibkan kondisi hewan sehat karena menyangkut hewannya (perikehewanan) dan juga peruntukan dagingnya bagi kesejahteraan manusia.
Sekarang tes orangnya, saya dulu di tes pak Badini (alm) disaksikan mas Setyawan (madiun) dan mas Ngemron (jogja, sekarangPengurus Besar SH tinggal di Kartosuro). Pak Badini yang tanya jawab dengan ke dua mas itu sambil sekali-kali “nglirik” saya, dan saya hanya mendengarkan, kemudian setelah itu baru menasehati saya, nasehatnya yaa yang umum-umum saja tentang kebaikan. Bagi saya Tes ini tak lebih dari “NYONDRO JAGO” yang diharapkan SHTERATE. Bolehlah untuk maksud itu agar SENIORS tahu SEDULURNYA YANG BARU dan dalam kerangka PEMBINAAN SELANJUTNYA. Dalam aliran kebatinan hal itu selalu dilakukan ketika mau “meguru” dan yang ngetes ya gurunya tapi modus operandinya sedikit berbeda, yang JELAS GURU ngetesnya pakai NGELMU BATIN DAN DIBERITAHUKAN segala sesuatu yang berhubungan dengan diri-pribadi yang di tes maksudnya juga sama agar yang meguru tahu kesalahan-kesalahan dan cara memperbaikinya. Di SHTERATE gimana SEKARANG? Kalo tes orang modelnya tidak seperti pak Badini, maka dapat diperkirakan/patut diduga bahwa metodenya menjurus ke kebatinan, dan kalo tidak hati-hati maka akan menjadi klenik karena pengetesnya TERPAKSA berperilaku sebagaimana paranormal. Jika diterus-terusin maka tidak aneh, and tidak gumun kalo tingkat 2 banyak yang punya ngelmu seperti paranormal dan banyak yang kondang jadi dukun hehehe. Kiranya masalah ini mbak KUR-KUR (Malang/Surabaya)yang ahli Psikologi dapat menjadi bahan kajian syukur bisa jadi bahan disertasi S3. Semoga... besok ssss ambung lagi ya. 28/nov2008.
BACA SELENGKAPNYA - TES JAGO

Read more...

Jumat, 21 November 2008

MORI,KAIN YANG UNIK

MORI, KAIN YANG UNIK
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Kali ini pendapat tentang MORI kain yang khas, menjadi lambAng sabuk pendekar SH TERATE. Wujudnya Cuma kain putih, dari bahan kapas dan biasanya untuk meng”kafani” mayat, Hiiii. Seperti atribut yang lain, maka mori itu juga punya makna pengharapan tentunya ada kaitannya dengan ngelmu SH-TERATE. Yang saya sering dengar dan pengalaman adik-adik sekarang, mori itu punya ISI, pernah dipakai ngobati orang kesurupan bisa sembuh, benangnya dilolos dapat menyembuhkan sakit batuk, tak mempan ditusuk, dibuat bantal tidur /selimut jika sakit,… mungkin ada pengalaman lain?. Setiap suro dicuci pakai kembang setaman, dicuci ketika bulan purnama agar “tambah” kekuatan isinya, yang nyuci ndak boleh tidur …….ada lain pengalaman?
Bagi saya mori itu sebagai atribut seragam pendekar SHTERATE kalau ditanya makna yaaaa agar kita INGAT harus tetap dekat dengan kebersihan, kesucian (warna putih) agar besok jika mati (jadi mayat) maka kita kembali SESUAI dengan asal kita (Causa Prima) yang bersih/suci. Kalo ada manfaat lain karena pengalaman pribadi saya persilakan saja, saya beranggapan HANYA KEBETULAN SAJA, jangan jadi anggapan umum, lha nanti kalo msyarakat umum ya menganggap SHTERATE ngelmunya klenik gimana?(jangan sakit hati lo). Perkara ada isi atau tidak saya punya pengalaman bahwa sesuatu apapun yang diperoleh disertai doa dan laku khusus, maka akan ada ENERGI/wibawa /AURA yang terekam. Tergantung bahan dan kualitas doa dan pendoanya tentunya. Contohnya Keris yang sudah menjadi warisan dunia ini penuh dengan keanehan karena misteri/mistik, ternyata pakar perkerisan menerangkan secara mudah dengan mengibaratkan pita kaset/ CD yang bisa berbunyi dan memperlihatkan gambar walaupun orang yang berperan sudah meninggal dunia. Doa dan Kemampuan orang mentransfer/ menerima menjadi alat utama dalam mewujudkan harapan/isi/aura nya. Hanya orang-orang khususlah yang bisa mendeteksi aura keris itu, kalo Warga ya mas ABBAs (Magelang) yang kondhang bisa. Ternyata bukan hanya besi saja yang bisa menyimpan aura/energy itu, bahan kulit, tulang, KAIN, warna, susunan bunga/ huruf /struktur rangka, dlsb ,ternyata bisa juga menyimpan energy khusus. Khabar terakhir secara modern, bisa dibuktikan bahwa airpun jika didoain punya struktur khusus, jadi ya gak heran, gak gumun, dan gak aneh lagi wong sudah dapat dijelaskan.hehehe.
Mencuci barang pusaka, bagi paham jawa punya tradisi khusus. Pusaka merupakan benda yang punya kharisma tertentu dan diperoleh dengan laku khusus (+sulit) sehingga perlu dikenang, dan diperlakukan khusus pula. MORI BISA DIKATAGORIKAN PUSAKA juga. Pencucian/pembersihan di samping agar awet, biasanya sarat dengan ritual dan menghubungkan dengan kekuatan yang tertinggi yaitu Tuhan YME. Secara tradisi , mencuci pusaka dengan bunga (lambang baik, harum), air yang bersih , disertai doa, laku khusus misalnya puasa, dan berjaga (melek). Sangat penting menurut saya adalah kita selalu INGAT bahwa membersihkan pusaka itu perlu dan YANG LEBIH PERLU LAGI KITA SELALU MEMBERSIHKAN DIRI dengan selalu mohon ampun, petunjuk dan bimbingan dari TUHAN YME. agar kita dapat beribadah dengan benar. Besok sambung lagi ya ………….. 22/nov/2008
BACA SELENGKAPNYA - MORI,KAIN YANG UNIK

Read more...

Kamis, 20 November 2008

DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT

DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Daun sirih (suruh) di samping mempunyai kehebatan daya untuk kesehatan (baca sendiri di situsnya ya), digunakan pula untuk lambang budaya. Contohnya ada ungkapan SEKAPUR SIRIH yang maksudnya kalimat PEMBUKA/PENGANTAR untuk maksud lebih lanjut. “Wolak-waliking suruh gineget pada rasane” (= Walaupun beda tapi rasanya sama). Juga ada yang menggunakan sebagai kelengkapan sesaji keperluan ritual tertentu. SURUH dalam khasanah Jawa jarwo-dhosok nya (akronim) SU= baik, RUH=Roh, maksudnya lambang roh yang baik. Saya pikir lambang hati SH-TERATE ya daun Suruh ini.
Dalam sah-sahan SHTERATE, daun sirih ini digunakan untuk me”ngecer” ya seperti mengobati mata dengan tetes mata gitu, daunnya sebagai wadhah cairan tetes, lha cairan tetesnya adalah rendaman daun sirihnya. Tapi bukan sembarang daun sirih, sirih untuk pengeceran adalah sirih jawa (biasa untuk bahan kinang) yang diambil/ dipilih dari segedheng (satu untaian) pembelian tanpa ditawar, yang pangkal urat daunnya bertemu ( temu rose). Dari satu untai suruh, mungkin hanya beberapa yang “temu rose” bahkan satu, lha kalo ndak ada? ya disuruh beli lagi hehehe ( nanti ngecer pakai apa?). Apa yang lebih banyak lebih hebat? yang jelas makin banyak suruh yg temu rose ya makin pedih dimato.
Menurut saya dikecer itu agar saya menjadi lebih terang dalam melihat, dan “KETEMU RASA” dengan RUH YANG BAIK dan ditambahi ENERGY MICRO-SUPRANATURAL oleh pengecer agar mampu untuk itu. Ya itu mung kira-kira lo wong sampai sekarang saya ndak diberitahu dan ndak tahu buku standarnya hehehe. Tapi ndak papa kalo sesuai dengan image saya itu sudah baik ndak klenik. Kalo mistik (misteri, ghaib, ndak masuk akal, aneh, nggumunke) yoo meessthiii (klo ini semarangan) wong agama saja menurut ULil (mantunya gus Mus), 99,99% dasarnya PERCAYA bukan rasio, tiwas teorinya hebat wong gak percaya piye jal (ini ya Smgan). Yang saya usulkan kan cumaaan mbok yao yang dikecer itu diberitahu, saya pikir kalo yang dikecer dan pengecernya tahu kan bisa juga temu-rose dan hasilnya pasti lebih hebat, menjadi manusia yang kenal diri ya kenal pribadinya wong yang ngecer terbaik dari yang baik hehehe. Ada lo saking mantepnya dikecer, air suruh itu diminum, dan dibuat mandi agar tubuhnya bisa kebal luar-dalam, itu katanyo saran dari pelatihnyo. Ooo gitu ya mungkin ini yang buat adik-adik berani karena menganggap kebal seluruh tubuhnya termasuk kebal muka ya hehehe. Apa ya betul itu? Kalo saya dulu ya untuk “sibin”/membasuh tubuh, wong sudah pagi dak sempat mandi esok harinya langsung tidur hehehe. Sudahlah ya besok di SSS...AMBUNG lagi ya. Selamat berlatih …………………. 20/nov/2008.
BACA SELENGKAPNYA - DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT

Read more...

PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE

PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE
Oleh : Djoko Sumarjono, Pembina UKM PSHT-UNDIP2008

Bulan bulan gini para pelatih shterate sangat sibuk untuk mengisi latihan pemusatan siswa tingkat putih. Tidak seperti cabang lain yg banyak siswanya, cabang semarang hanya 19 siswa diharapkan jadi warga TK 1. Lumayanlah untuk dapat ikut berpartisipasi dalam aktifitas kebaikan (budiluhur) melalui pencak silat. Biasanya tidak banyak pertanyaan yg muncul dalam prosesi pengesahan/ pengeceran. Tetapi setelah pengesahan, maka berbagai pertanyaan akan muncul dan hal ini tentu merepotkan bagi sedulur senior yg bukan TK2/pengecer karena mereka (seperti saya juga) sering menjadi tumpuan pertanyaan-pertanyaan. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan lingkungan yg fanatic dalam berkeyakinan agama. Oleh karena itu Dalam pemusatan latihan seyogyanya DIBERIKAN PULA MATERI YG AKAN DILAKUKAN DALAM ACARA PENGESAHAN sehingga hanya siswa yg mantaplah yg berhak menjadi saudara/disahkan. Di samping itu calon warga (siswa) AGAR MENANYAKAN PULA DALAM ACARA PENGECERAN tentang maksud-maksud yg terkandung dalam pengeceran itu.
Pertanyaan pokok yang sekarang ngeTREND adalah : Pengeceran itu apa ndak sirik/musyrik?, mulai dari tes jago yg harus membawa ayam jago, Ubo-rampe spt pisang raja, suruh temu rose, mori, cara duduk prosesi, dikecer matanya, dijabat tangannya, dan harus mengucapkan sumpah. Duluuu jaman saya memang pertanyaan seperti itu nggak ada karena ya pasrah/ikut saja caranya situ la orang-orang pinter/penggede saja nyatanya ya pengin disahkan, klo ada yang sempat bertanya dijawab apa hayyo? “durung wayahe dik” hehehe. La sekarang adik-adik kita ini pinter-pinter tur wani (Pas dengan berani benar-berani salah), kalo ndak dijawab dengan benar, maka ya CARI YG LAIN dan ini masih mending, la klo menjadi MUSUH yg salah siapa? (ya para senior yg berani MAWAS DIRI tentunya).
Ketika saya ditanya hal seperti itu oleh adik Darminto (Jogya) ya saya jawab: Gini lo dik PENGESAHAN itu TRADISI BUDAYA SH TERATE, kita ibaratkan WISUDA sarjana di perguruan Tinggi, ya ada tes terakhir, uborampe seperti makan-minum yg dibuat nyeni, duduk teratur, memakai toga- samir tanda perguruan, diberi ular-ular, mengucapkan sumpah, disalami pimpinan sekaligus memindahkan kucir dari KIRI ke KANAN (dari pikir jelek ke baik), dan di doain. Kalo gitu gak sirik/musyrik ya mas? Sya jawab bahwa sirik/musrik itu ada di hati dan pikiran masing-masing orang saya ndak punya kemampuan untuk menjelaskan hal itu wong gak terlihat, tapi sebagai ancer-ancer ya tampilan/profil yg mengecer. Makanya yg mengecer ini seharusnya dikaji betul-betul oleh para Profesor SHer. Duluuu pak Salyo (Jogja) pernah bilang yang mengecer harus melakukan puasa juga wong yang dikecer disuruh melakukan puasa, sehingga prosesi dapat berlangsung sama-sama “bersih”. Mengenai makna macam-macam uborampe tentunya ada, sy belum pernah baca di buku pegangan SH TErate, tapi saya berani pastikan itu hanya symbol-simbol tentang ngelmu SHTERATE, cumaaan yaitu tidak dijelaskan di prosesi pengeceran, maka saya usulkan seperti di atas. Yaa gitulah smoga siswa dan warga makin siap untuk mengerti, memiliki, menjaga, dan mengembangkan citra SH TERATE …………………………………… 19Nov 2008
BACA SELENGKAPNYA - PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE

Read more...

Selasa, 18 November 2008

EXPO UKM UNDIP 2008

alhamdulillah expo ukm undip 208 berjalan dengan lancar.Expo yang diadakan pada tanggal 13-14 november bertempat di auditorium imam bardjo. expo tersebut diikuti oleh sekitar 40 ukm dan juga dari Bem-bem fakultas yang ada di undip. salah satu pesertanya ialah ukm psht undip.
keikutsertaan ukm psht undip dalam expo tersebut dapat menunjukkan ke UKM lain bahwa UKM PSHT undip masih eksis sebagai salah satu UKM beladiri yang ada di undip(karena banyak UKM beladiri di undip yang sudah tidak eksis lagi). UKM beladiri yang kemarin ikut antara lain taekwondo,karate,inkai,perisai diri,PSTD,tapak suci,margaluyu.(kebetulan PSHT dan PSTD bersebelahan jadi kita bisa cuci mata.hehehe). keikutsertaan kita di expo tersebut bisa dibilang sangat mepet.saya dapat sms dari saudara kharisma sudah hari kamis,13 november siang hari. setelah itu juga dapat sms berturut-turut dari saudara inug dan mas eko. kharisma juga bilang kalau sudah dapat tempatnya dari saudara soni yang sudah dapat kapling dari panitia.langsung saja saya menghubungi saudara-saudara yang lain karena pada waktu itu saya tidak bisa langsung kesana. Pukul 15.00 saudara-saudara dari tembalang sudah ada disana antara lain kharisma, ikhsan dan soni. Saya kesitu sudah sore sekitar pukul 16.30.
habis itu kami langsung mendekorasi tempat expo sampai pukul 19.00 saya ke tembalang sama kharisma untuk ngambil video rekaman pertandingan kejurnas yang akan kami tampilkan sedangkan untuk latihan rutin diserahkan kepada ikhsan dan soni untuk melatih para siswa.
setelah dari tembalang dan sampai di bawah, mas eko dan toni sudah datang kemudian mas joko juga hadir di tempat latihan.
Setelah latihan selesai kami langsung ke tempat ekspo untuk meyusun ide atau alat-alat yang akan digunakan untuk pameran. malam itu juga saya dengan toni ke tempat mas eko untuk mengambil toyak dan sabuk-sabuk siswa serta mori yang akan dipamerkan di expo .sedangkan Untuk seragam sakral sudah dari soni. Mas joko juga memberikan ide-ide dan gagasan tentang expo besok.Kami akhirnya selesai beres-beres pukul 02.00 malam kemudian tidur karena besok pagi exponya sudah dimulai.
pada tanggal 14 november atau hari kedua expo walaupun sederhana alhamdulillah banyak pengunjung yang datang. kebanyakan mahasiswa baru undip 2008 yang berkunjung dan juga warga-warga yang baru juga datang kesana. Dari warga undip yang jaga di expo antara lain ikhsan,kharisma,soni,saya dan toni.
akhirnya pukul 17.00 acara expo sudah selesai dan kami pun memberesi peralatan expo kami.
terimakasih untuk saudara-saudara keluarga besar UKM PSHT undip atas bantuannya dalam expo khususnya kharisma,ikhsan,soni,toni yang sudah betah berada di stan expo.hehehe.terima kasih juga untuk mas eko atas peralatannya dan mas joko atas ide dan gagasan kreatifnya.
jayalah SH Terate Undip!!!
Oleh :
RYAN WIDHI N.
KETUA UKM PSHT UNDIP 2008-2009
BACA SELENGKAPNYA - EXPO UKM UNDIP 2008

Read more...

Rabu, 12 November 2008

UCAPAN SELAMAT

SELAMAT ATAS PELANTIKAN KETUA CABANG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE SE-INDONESIA YANG BARU SAJA DILAKSANAKAN DI PADEPOKAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE PUSAT MADIUN..
SEMOGA KETUA CABANG YANG TERPILIH BISA AMANAH DALAM MEMIMPIN CABANGNYA SERTA DAPAT MEMIMPIN CABANGNYA UNTUK DAPAT LEBIH MAJU DAN LEBIH BERKEMBANG KE DEPANNYA.AMIN.
SEMOGA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DAPAT MENJADI LEBIH BAIK.
BACA SELENGKAPNYA - UCAPAN SELAMAT

Read more...

Senin, 06 Oktober 2008

PROFIL PENDEKAR SH TERATE yg TRAPSILA

PROFIL PENDEKAR SH TERATE yang TRAPSILA
(Gagasan D. Sumaryono, Pembina UKM SH Terate undip, 2008).

“Itu Pendekar Cap Apa?” begitulah komentar Harian Sore Semarang dengan adanya anggota suatu perguruan pencak silat yang mengeroyok masyarakat umum yang baru kembali nonton hiburan di Bojonegoro. Memang anggapan umum pendekar itu ya ahli pencak silat. Lha kalo SH Terate juga mengajarkan Pencak Silat maka tidak salahlah jika hasil didikannya ya disebut “Pendekar “. Kata itu juga sering diucapkan ketika fajar mulai menyingsing dalam Sah-sahan Warga Tk 1” Sebentar lagi saudara-saudara akan menjadi manusia baru, pendekar SH Terate“.

Kalo ditanya Pendekar SH Terate itu tampilannya (=Profilnya) seperti apa to?
Duluuu, bayangan/imajinasi Ikon pendekar ya seperti ditulis dalam komik dan buku cerita. Dari Komik misalnya tokoh setengah tua laki-laki: Si Jampang dari Betawi, Warok Suromenggolo. Tokoh muda laki-laki: Panji tengkorak , pendekar G. Sembung, Si Buta dari Gua hantu. Yang wanita muda : Si wallet Merah. Kalo dari Buku misalnya tokoh tuanya: Panembahan Ismaya, kiai Gringsing, Ki waskita, Ki Jayaraga, Gagak Seto, Kiai Kasan Kesambi. Tokoh setengah tuanya adalah Mahesa Jenar, ki Kebo kanigoro, Wirapati, Bagus Kempong. Tokoh mudanya Aryo Saloka, Putut Karang Tunggal, Agung Sedayu, Glagah Putih, Sangaji dan Titisari. Oh ya Wiro Sableng dan gurunya Shinto Gendeng he he he walaupun gendheng tapi ilmunya untuk kebaikan seperti pendekar yang lain. Cerita dari luar negeri ya seperti Mutiara Hitam, Nirahai dan Lulu (wanita), Suma Han, Gak Bunbeng, Suma lee dan Suma Kian Bu (laki-laki).
Tokoh layar kaca : Bruce Lee, WangYu, Chenlung, Brandon Lee, advent Bangun, Barry Prima, Rima melati, dan G.Ruddy.
Sekaraang ada tambahan imajinasi seperti dalam layar kaca mulai dari Pendekar kura-kura, Goku, Crelin, Gohan, Power ranger, Inuyasa dll, sampai ninja hatori hehehe. Kalo dari dalam negeri ya Kakek Jabat. Kyai Prayoga, Brama Kumbara, Sembara, Jaka Tingkir, Wiro Sableng sampai Si Otong hehehe.

Lalu Ikon pendekar SH Terate seperti apa? Menurut gagasan penulis profil itu merupakan TAMPILAN HASIL DIDIKAN. Jika dicermati visi-misi-kompetensi pendidikan, maka ada HARMONISASI LUAR-DALAM. Kalo fisiknya sangar ya tingkahlakunya lemah-lembut, kalo fisik lemah-lembut ya pencak-silatnya hebat. Kiranya prinsip budaya keTimuran masih lekat” Janma tan Kiniro”. Mungkin ya seperti Warok Suromenggolo dan Agung Sedayu. Kalau Di Sedulur SH Terate yang penulis kenal ya seperti mas Imam Koes Supangat (Alm) dan mas Kun (Ir. Djoko Kuncoro, FT-UNS), mas Slamet Riyadi (Cilacap) dan mas Sakti Tamat (Jkt)? Kalo cewek ya seperti mbak Ninuk (Madiun), Rosa (Jogja), Triyani ( Istri Alm mas Narjo Jkt).
Jadi profil/tampilan hasil didikannya adalah PENDEKAR yang mempunyai Tatanan RAga-rasa-roh Purna SajIwa LAku. Pendekar yang menghayati Etika dan agar mudah diingat PENDEKAR yang TRAPSILA. Yaaa gitulah daripada nganggur, nunggu mahasiswa ya gak datang-datang hehehe. Salam6/10-08
BACA SELENGKAPNYA - PROFIL PENDEKAR SH TERATE yg TRAPSILA

Read more...

PENDIDIKAN DI SH TERATE (Rangkuman)

PENDIDIKAN DI SH TERATE
(Rangkuman Gagasan oleh D.Sumaryono, Pembina UKM SH Terate Undip 2008)
Teriring ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya, bahwa gagasan penulis selama bulan ramadhan 08 menindak lanjuti Krida Nasional SH Terate UKM undip ternyata mendapat tanggapan, komentar,krtik dll via situs ini, sms, telpon, dan email yang semuanya demi ikut memiliki, menjaga, dan mengembangkan citra yang baik bagi SH Terate melalui PENDIDIKAN.
Tanpa menyampingkan pendapat lain yang PASTI berkembang, Dapatlah kiranya pendidikan ntuk sementara dirangkum secara sederhana sebagai berikut:
1).Visi : menjadi acuan pendidikan kenal diri-pribadi, berbudi luhur dalam rangka memayu- hayuningbawana, melalui pencak-silat.
2).Misi :
1. Melakukan pendidikan olah raga-seni-beladiri pencak silat SH Terate,
2. Pendidikan olah pikir kenal diri-pribadi,berbudi luhur dan memayu-hayuning bawana
3. Pendidikan olah rasa melalui model pernafasan yang khas SH Terate
4. Pendidikan kepemimpinan dan manajemen organisasi dalam pencak silat
3). Kompetensi:
Warga SH Terate yang handal dalam Pencak Silat dan berbudi pekerti luhur
4). Materi yang diberikan :
1. Pelajaran teori dan praktek Pencak silat SH Terate
2. Pelajaran teori kenal diri-pribadi,berbudi luhur dan memayu-hayuning bawana
3. Pelajaran teori dan praktek metode pernafasan SH Terate
4. Pelajaran teori kepemimpinan dan manajemen organisasi dalam pencaksilat. Semua Materi pelajaran ini tentulah ada buku pegangan, pelatih bersertifikat, sarpras yang memadai.
5). Perkiraan Pencapaian
Materi 1 ,2, 3, 4 diberikan secara bersamaan dengan jenjang /tahap sebagai berikut;
1. Siswa sampai menjadi warga Tk 1 selama 2 tahun dengan bobot penguasaan 70%
2. Tk 1 sampai menjadi TK 2 selama 10 tahun dengan bobot penguasaan 90%
3. Tk 2 sampai menjadi Tk 3 selama 15 tahun dengan bobot penguasaan 100%
Saya percaya bahwa saudara-saudara di daerah kiranya banyak yang menjadi pendidik/guru/PPL akan mampu memberi sumbangan penjabaran lebih rinci untuk evaluasinya. Rincian materi tentunya ditetapkan para”Profesor SH er” dan usulan kita semua. Sampai bertemu di Madiun dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang 18 Okt 08 .

Semoga bermanfaat , dan Salam ...... 5/10-08
BACA SELENGKAPNYA - PENDIDIKAN DI SH TERATE (Rangkuman)

Read more...

Sabtu, 04 Oktober 2008

PUASA RAMADHAN USAI, WHAT NEXT?

PUASA RAMADHAN USAI, WHAT NEXT?
(Gagasan D. Sumarjono, Pembina UKM SH Terate Undip, 2008).

Sekali lagi ini hanya gagasan, jadi ya bolehlah dikomentari siapapun, dimanapun, kapanpun. Gagasan bukan doktrin apalagi dogma (yang takboleh digugat), siapapun boleh menggugat baik oleh penguasa apalagi pengusaha he..he. Ambillah hikmahnya kata orang bijak.

Puasa ramadhan telah usai, kata lain kita telah usai mengadakan LATIHAN mengendalikan hawa nafsu yang menjadi TABIR selubung hati nurani. Tabir itu mampu menutupi diri untuk mengenal keberadaan Tuhan YME. Sudahkah kita mengenal Tuhan dalam Hati Kita? Jika sudah maka kita seharusnya menjadi orang yang mengikuti perintahNya dan meninggalkan yang dilarang Nya. Jika belum maka kita harus MENGADAKAN LATIHAN lagi. Bagi kita yang berusaha menjadi orang Setia Hati (SH er kata mas R.B, Wiyono), bagaimana berlatihnya? Apa ya puasa terus? Disinilah letak persoalan bagi Lembaga/organisasi yang mengajak /membimbing warganya dalam mengenal diri-pribadi/bukan diri (ini kata mas Sakti) tapi mengajarkan pencak-silat (baca pinter ”Gelut”)

Gagasan penulis, tentu ada metoda selain puasa. Secara umum orang Jawa suka LELAKU, mungkin dengan menelusuri dan merasakan tempat-tempat keramat/karomah, merasakan lebatnya hutan, ganasnya ombak laut, dinginnya pegunungan, panasnya pantai, sukarnya pendakian puncak gunung, dll. Orang Jawa percaya ” Ngelmu iku, Kelakone kanthi laku, Lekase kanthi khas, Tegese khas nyantosani, Setya budya, Pangekese dur angkara.(Pocung, Wedhatama). Bagi SH Terate, yang keberadaannya bukan sebagai lembaga Agama, bukan pula Aliran Kepercayaan/Kejawen padahal ikut serta mendidik manusia berbudi luhur maka METODA PERNAFASAN lah yang secara praktis (dan konsisten) mampu menjembatani proses pengenalan diri-pribadi. Tidak aneh kiranya jika pencak silat diajari tata-cara pernafasan. (maaf ya penulis dulu memang tidak diajari, cuma melihat saudara-saudara di Ngawi).

Secara umum, hemat penulis tata-cara pernafasan dilakukan untuk kenal kekuatan non fisik/supra/metafisik/alam/(”Tenaga Dalam”ver. Penulis) dan memanfaatkannya untuk tujuan : 1) Kekuatan diri, 2) Pengendalian diri, 3)Penyerahan Total kepada Sang Pencipta dan semuanya meNYERTAKAN Olah Rasa. Tujuan kekuatan diri memang memungkinkan menjadi sombong dan suka memaksakan kehendak. Tujuan pengendalian diri dapat menjadikan perilaku harmonis (seperti bunga Terate) dan hidup sehat. Tujuan penyerahan diri dapat menjadikan mengerti akan causa prima dan bagaimana seharusnya hidup ini berperilaku sesuai yang diTULISKANNYA. Bagi warga SH Terate, sebaiknya pernafasan tujuan 1 hanya kenal saja agar punya wawasan luas, perlu diingat pitutur leluhur Jawa dalam tembang sbb: Kekerane Ngelmu karang, Kekarangan saking bangsane ghaib, Iku boreh paminipun, Tan rumasuk ing jasad, Poma aja den gegulang kaki, Yen kepengkok pancabaya, Ubayane mbalenjani. (Pangkur-Wedhatama). Pernafasan tujuan 2 dan 3 sangat ditekankan untuk diajarkan. Berikut ini pitutur leluhur Jawa dalam tembang (Dhandanggula-Wulangreh): Sasmitane ngaurip puniki, Mapan ewuh yen ora weruha, Tan jumeneng ing uripe, Akeh kang ngaku-aku, Pangrasane wis den udani, Nanging durung weruh ing rasa, Rasa kang satuhu, Rasaning rasa punika, Upayanen darapon sampurna ugi, Ing kauripanira. Kemudian tembang pocung-Dewa Ruci : Dipun Emut, Sira asal saka Ingsun, Yogya traping tekad, Kudu wangsul mring Hyang Widhi, Dadi tatag, Mulih mula mulanira.

Bagaimana di SH Terate? KENYATAAN di Tk 1 diajari pernafasan (tapi gak mudheng) dengan tanpa sadar menghasilkan kekuatan phisik, ini malah berbahaya.Tk 2 masih diajari pernafasan untuk kekuatan phisik dan sedikit ”kenal”pengendalian diri (apa ya dilatih setiap hari?). Bukti ini, terlihat dari tata cara ”salaman” sah-sahan tk 1 yang dapat ditengarai sebagai tanda (bagi yang ngerti tenaga dalam) proses ”penyaluran Tenaga Dalam” dengan memaksakan kekuatan diri. Pemaksaan ini dapat menjadi sebab rusaknya diri juga orang lain ( Sadar atau tidak ya?) . Pada Tk 3 mestinya tata-nafas yang terakhir, mohon maaf penulis tidak tahu lo he.. he harap maklum. (kira-kira Indikator/tandanya apa hayoo??!!).

Mas Sakti (Jkt) berpendapat bahwa 3 tahap proses mengenal diri pribadi ”sampai jadi” lebih urgen dibanding tingkatan formal : tingkat 1, 2, dan 3 seperti yang berlaku saat ini, dan pernafasan tujuan 1 ndak perlu mengingat pitutur Wedhatama (tembang diatas sering ditembangkan oleh Ibu Mas Imam alm). Mas Prasetyo (Jkt) juga berpendapat bahwa hanya tata-nafas untuk Taqwa yang perlu diajarkan ( harus dan di semua Tingkat?) .... lalu bagaimana pendapat anda?? Selamat berlatih dengan tekun, temen, teteg, tekan..... ingat godaan makin besar. Salam................................NGW,3Oktober2008.


BACA SELENGKAPNYA - PUASA RAMADHAN USAI, WHAT NEXT?

Read more...

Kamis, 25 September 2008

ILMU SH TERATE

ILMU SH TERATE.
(Gagasan D. Sumaryono, Pembina UKM SHTerate Undip2008)

Gagasan ini berkelebat setelah merenung adanya persoalan “klasik” saling mengklaim kebenaran ilmu. Ada yang menyatakan ilmu murni, ilmu asli, ilmu tulen, ilmu yang paling benar..... dan runyamnya perdebatan akhirnya menjurus kepada perpecahan sampai pertengkaran pisik. Sejarah memang perlu, tapi seharusnya kita dapat memetik pengalaman sejarah itu, mengambil langkah yang bijak sehingga tidak perlu persoalan klasik tidak muncul lagi karena KITA MEMANG BEDA DARI YANG DULU.
Penulis mencoba berfikir bahwa Ilmu/Ngelmu (bhs. Jawa) / Science (bhs Inggris) berbeda dengan Pengetahuan/Kawruh/Knowledge. Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dan telah teruji kebenarannya dengan tata-cara ilmu bukan karena otoritas perseorangan. Adapun pengetahuan dapat diperoleh melalui otoritas perseorangan. Oleh karena itulah ilmu/ngelmu bagi orang jawa memang sukar diperoleh seperti tembang ini (pocung): Ngelmu iku, kelakone kanthi laku, lekase kalawan khas, tegese khas nyantosani, setya budya pangekese dur angkara. Kemampuan suatu ilmu, adalah dapat menguraikan/menjelaskan dan memperkirakan tentang sesuatu (misalnya Ilmu ekonomi akan mampu menjelaskan dan mempredikasi upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan materiilnya dengan sumberdaya terbatas agar tercapai kepuasan maksimum). Ciri lain ilmu adalah SELALU BERKEMBANG karena selalu dikaji , dan diperbaiki agar dapat lebih tinggi kualitasnya sesuai dengan tuntutan jaman. Hal ini berarti ILMU YANG LEBIH LAMA telah dikoreksi, mungkin SUDAH TAK DIPAKAI LAGI.
Bagaimana dengan Ilmu SH Terate? Disinilah urgensinya. Kita harus sepakat bahwa ajaran-ajaran SH Terate diajarkan dengan prinsip Pendidikan Sistem pendidikan merupakan metoda terbaik dibanding sistem Promosi dan Paksaan/Doktrin, oleh karena itu SH Terate haruslah mempunyai Ilmu yang Khas untuk diajarkan kepada (Maha)siswa dan warga, sepadan dengan suatu program studi dalam fakultas/universitas. Hemat penulis, ILMU SH TERATE ADALAH PENGETAHUAN YANG MENJELASKAN BAGAIMANA UPAYA MANUSIA AGAR BERBUDI LUHUR, MEMAYU-HAYUNING BAWANA DENGAN DASAR SETIA HATI MELALUI PENCAK SILAT. Sistem pendidikannya juga jelas ada visi-misi- kompetensi, ada materi-metoda-media, ada kriteria peserta-kriteria pengajar/pelatih, ada lembaga dan organisasinya (baca: SHTerate adalah sebuah Perguruan Tinggi). Ilmunya sendiri berkembang, makin lengkap, makin baik, TIDAK PERLU SAMA dengan yang dulu, TENTUU hal ini diputuskan oleh para PENGUASA ILMU(Profesor-profesor).
Jika gagasan ini menjadi kenyataan, maka tidak perlu ada saling klaim kebenaran/keaslian/kemurnian dan lain-lain sampai tawuran segala, karena SH TERATE MEMANG BEDA dan BUKAN SEPERTI YANG DULU ..................... 25/9-08
BACA SELENGKAPNYA - ILMU SH TERATE

Read more...

  © ryanwidhi teratediponegoro by shterateundip.co.cc 2008

Wangsul Maleh Dateng Inggil