SELAMAT DATANG DI BLOG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE KOMISARIAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG--WWW.SHTERATEUNDIP.BLOGSPOT.COM-- GREETINGS BROTHERHOOD
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2010

HIPNOTIS

HIPNOTIS 
djk

Salam luur, santai to? , ….. urip pancen angel mulane gak usah ngomel….. ati kudu tentrem nyambut gawe kanthi temen…. Gitu itu bait lagu koes+ yg sekarang (mungkin) dah dilupakan. Judul di atas itu untuk cerita pengalaman dulur KING COBRA n WHITE PANTHER, “paraban “ itu untuk dulur yg sering "dolan" ke tempatqu n sharing pengalaman. 

Dulurs itu cerita sering ketemu/ditunggui bayangan Ular Cobra dan Harimau Putih ketika latihan NKPD padahal ya ndak diminta. Kemarin mereka ke tempatqu, dan biasa kutanya” dapat pengalaman apa dik?” "Ya mas kemarin itu saya ndak bisa hadir di sarasehan smg karena ada acara mantenan keluarga di jkt, dan ketika itu saya kok dapat melihat bayangan orang tua ikut mengikuti prosesi , beliau hadir ….. saya cuma diam aja… takut dikatain gak beres. Tapi ketika kutanya keluarga tentang cirri-cirinya orang tua itu kok dibenarkan keluarga bahwa itu adalah kakek…” Lainnya saya mengunjungi acara penutupan acara PRPP (Pekan Raya Promosi Produk) Jateng dan disana ada digelar HIPNOTIS oleh master dari Jateng. Saya Tanya kepada master itu “Saya pernah dihipnotis, tapi mengapa saya kok tidak merasakan apa-apa?” lalu saya disuruh naik panggung di jadikan contoh……… berdiri dan disuruh pejamkan mata… dengarkan kata-katanya….. dihitung sampai 5 lalu disuruh tidur ..….. TAPI saya ya tetap ndak merasakan apa-apa, diulangi sampai 3 kali ya tetap TIDAK MERASAKAN APA-APA apalagi tidur……. Sehingga saya disimpulkan orang yg TAK BISA DIHIPNOTIS…………

Gimana mas? "Wueleh-wueleh hipnotis apa dah jadi produk Jateng ya?.....lha apa kamu masih ingin ngerti? Klo ingin, ini ada conto dari m Bagong, MANTEPnya ya dicoba/dilakoni nanti akan tahu sebab-sebabnya mengapa kamu dianggap tak bisa dihipnotis,.. mau? “ yaya mas apa perlu waktu lama?” “ndak waktunya ndak kurang 10 menit, syaratnya cuman konsentrasi pikiran……lainnya spt pengalaman di PRPP… dan tentu saja N2 ..NIAT n NEKAD spt biasanya ” Siap?...........Ya mas.. “……konsentrasi pikiran mau tidur…… dengarkan kataku…… saya hitung sampai 5……..1..2..3..4..5 tidur..tiduur..tiduuuur,…..1..2..3..4..5 tidur semakin dalam..dalaaam..daalaam……. (tertidur)… “saya hitung sampai 5, hitungan ke 5 bangun dengan pikiran terang n badan segar……1..2..3..4..5 bangun pikiran terang badan segar……1..2..3..4..5 bangun dg pikiran terang dan segar…….(bangun/sadar)… gimana dik?” “Anu mas , ini kok beda dengan yg di PRPP? “ Buetul….. bedanya apa dik… tapi jangan sekali-kali BERFIKIR saya hebat lho…… coba diingat-ingat bedanya prinsip caraqu dan cara di PRPP itu..serta ajaran NKPD yg adik lakoni….. itulah yg dapat dipakai sarana menjelaskan kejadian yg adik alami…….. Ingat? “ “wah ndak gaduk mas, apa ya durung wayahe?”“Hahahaak, nurut qu singkatnya kejadian di PRPP itu karena adik masih nerapkan NKPD yg sumbernya jelas dari RASA, sedangkan disini adik sudah nurut perintahqu untuk konsentrasi pikiran atawa/alias CIPTA,…. Mane mungkin bisa, lha wong jurusannya beda, buetul tak adik-adik? “” yayaya betul-betul-betul mas” Syukurlah dik,.. dah ndak GUMUN TO? . 

Saranqu jangan lupa tetaplah NIAT dengan nyCIPTA agar kondisi tetap SEHAT n BERMANFAAT KEBAIKAN ntuk hadapi cuaca n iklim yg sukar ditebak……tentu saja dg nerapkan N3… (NIRU..NITENI…NEPAKNO) “ Piye GONG sih urip?”” he eh Lung, urip iku urup…urup madhangi jagad kanthi mancarke cahaya kasih-sayang kedepan,ke kanan,kebelakang,kekiri,kebawah, ke atas…… agar semua makhluk berbahagia ….” ISAKU IKI KOK LUNG…” “ ya yaya syukur syukur nambahi wawasan… metode doa mu itu persis gambar hati bersinar SHTerate……… sangat qutekankan agar menjadi PENGUNCI…… soalnye nurutqu itu juga bisa sebagai dasar bangsane TELEPATI…… AJI PAMELING… GENDAM….. SANTHET……Soal yg lainnya gak masalah wong gak mBAYAR, hehehe…. Ja lali tetep MESEM.... MESEEM, MESEEEEM... 
Wassayang..
BACA SELENGKAPNYA - HIPNOTIS

Read more...

Jumat, 28 November 2008

TES JAGO

TES JAGO
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Dari banyak tes, maka tes jago ini juga unik ditambah kalo salah memberi makna bisa-bisa klenik dan menstimulus pengetesnya jadi bangsane paranormal. Coba kita amati, dalam tes jago begitu bunyinya.. calon warga tidak peduli laki-laki atau perempuan harus membawa ayam jago. Ayam jago yang dimaksudkan ya ayam yang biasa untuk aduan. Tidak semua calon warga faham ayam jago, lalu dari pada pusing milih jago lalu konsultasi/ pasrah pada tukang adu jago saja, bahkan ada juga minta tolong pada pengetesnya biar lulus hehehe.
Dalam tes jago nanti yang dites itu ayamnya apa orangnya ? kalo berdasar bunyi tes maka ya ayamnya dan orangnya. Tes ayam jago prinsipnya ya yang siap diadu/di”sabung”kan dalam pengertian sehat, tidak cacad, warna dan syarat sesuai ayam aduan, apalagi nanti untuk SLAMETAN mestinya ya physiknya prima, sebagai cermin ikhlas dan kalo jaman sekarang DITAMBAH agar tidak menimbulkan masalah bila dimakan orang (gimana klo orang habis slametan lalu keracunan? Apa ya ndak urusan sama polisi? Hehehe). Ada lo karena tes jago sudah selesai, maka ayam jagonya di adu oleh adik-adik sampai ada yang babak bundas. kalo gini kan pengertian tes itu jadi gak bener to? di fakultas peternakan yg ndak ada ngelmu slametan, menyembelih hewan (termasuk ayam) diwajibkan kondisi hewan sehat karena menyangkut hewannya (perikehewanan) dan juga peruntukan dagingnya bagi kesejahteraan manusia.
Sekarang tes orangnya, saya dulu di tes pak Badini (alm) disaksikan mas Setyawan (madiun) dan mas Ngemron (jogja, sekarangPengurus Besar SH tinggal di Kartosuro). Pak Badini yang tanya jawab dengan ke dua mas itu sambil sekali-kali “nglirik” saya, dan saya hanya mendengarkan, kemudian setelah itu baru menasehati saya, nasehatnya yaa yang umum-umum saja tentang kebaikan. Bagi saya Tes ini tak lebih dari “NYONDRO JAGO” yang diharapkan SHTERATE. Bolehlah untuk maksud itu agar SENIORS tahu SEDULURNYA YANG BARU dan dalam kerangka PEMBINAAN SELANJUTNYA. Dalam aliran kebatinan hal itu selalu dilakukan ketika mau “meguru” dan yang ngetes ya gurunya tapi modus operandinya sedikit berbeda, yang JELAS GURU ngetesnya pakai NGELMU BATIN DAN DIBERITAHUKAN segala sesuatu yang berhubungan dengan diri-pribadi yang di tes maksudnya juga sama agar yang meguru tahu kesalahan-kesalahan dan cara memperbaikinya. Di SHTERATE gimana SEKARANG? Kalo tes orang modelnya tidak seperti pak Badini, maka dapat diperkirakan/patut diduga bahwa metodenya menjurus ke kebatinan, dan kalo tidak hati-hati maka akan menjadi klenik karena pengetesnya TERPAKSA berperilaku sebagaimana paranormal. Jika diterus-terusin maka tidak aneh, and tidak gumun kalo tingkat 2 banyak yang punya ngelmu seperti paranormal dan banyak yang kondang jadi dukun hehehe. Kiranya masalah ini mbak KUR-KUR (Malang/Surabaya)yang ahli Psikologi dapat menjadi bahan kajian syukur bisa jadi bahan disertasi S3. Semoga... besok ssss ambung lagi ya. 28/nov2008.
BACA SELENGKAPNYA - TES JAGO

Read more...

Jumat, 21 November 2008

MORI,KAIN YANG UNIK

MORI, KAIN YANG UNIK
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Kali ini pendapat tentang MORI kain yang khas, menjadi lambAng sabuk pendekar SH TERATE. Wujudnya Cuma kain putih, dari bahan kapas dan biasanya untuk meng”kafani” mayat, Hiiii. Seperti atribut yang lain, maka mori itu juga punya makna pengharapan tentunya ada kaitannya dengan ngelmu SH-TERATE. Yang saya sering dengar dan pengalaman adik-adik sekarang, mori itu punya ISI, pernah dipakai ngobati orang kesurupan bisa sembuh, benangnya dilolos dapat menyembuhkan sakit batuk, tak mempan ditusuk, dibuat bantal tidur /selimut jika sakit,… mungkin ada pengalaman lain?. Setiap suro dicuci pakai kembang setaman, dicuci ketika bulan purnama agar “tambah” kekuatan isinya, yang nyuci ndak boleh tidur …….ada lain pengalaman?
Bagi saya mori itu sebagai atribut seragam pendekar SHTERATE kalau ditanya makna yaaaa agar kita INGAT harus tetap dekat dengan kebersihan, kesucian (warna putih) agar besok jika mati (jadi mayat) maka kita kembali SESUAI dengan asal kita (Causa Prima) yang bersih/suci. Kalo ada manfaat lain karena pengalaman pribadi saya persilakan saja, saya beranggapan HANYA KEBETULAN SAJA, jangan jadi anggapan umum, lha nanti kalo msyarakat umum ya menganggap SHTERATE ngelmunya klenik gimana?(jangan sakit hati lo). Perkara ada isi atau tidak saya punya pengalaman bahwa sesuatu apapun yang diperoleh disertai doa dan laku khusus, maka akan ada ENERGI/wibawa /AURA yang terekam. Tergantung bahan dan kualitas doa dan pendoanya tentunya. Contohnya Keris yang sudah menjadi warisan dunia ini penuh dengan keanehan karena misteri/mistik, ternyata pakar perkerisan menerangkan secara mudah dengan mengibaratkan pita kaset/ CD yang bisa berbunyi dan memperlihatkan gambar walaupun orang yang berperan sudah meninggal dunia. Doa dan Kemampuan orang mentransfer/ menerima menjadi alat utama dalam mewujudkan harapan/isi/aura nya. Hanya orang-orang khususlah yang bisa mendeteksi aura keris itu, kalo Warga ya mas ABBAs (Magelang) yang kondhang bisa. Ternyata bukan hanya besi saja yang bisa menyimpan aura/energy itu, bahan kulit, tulang, KAIN, warna, susunan bunga/ huruf /struktur rangka, dlsb ,ternyata bisa juga menyimpan energy khusus. Khabar terakhir secara modern, bisa dibuktikan bahwa airpun jika didoain punya struktur khusus, jadi ya gak heran, gak gumun, dan gak aneh lagi wong sudah dapat dijelaskan.hehehe.
Mencuci barang pusaka, bagi paham jawa punya tradisi khusus. Pusaka merupakan benda yang punya kharisma tertentu dan diperoleh dengan laku khusus (+sulit) sehingga perlu dikenang, dan diperlakukan khusus pula. MORI BISA DIKATAGORIKAN PUSAKA juga. Pencucian/pembersihan di samping agar awet, biasanya sarat dengan ritual dan menghubungkan dengan kekuatan yang tertinggi yaitu Tuhan YME. Secara tradisi , mencuci pusaka dengan bunga (lambang baik, harum), air yang bersih , disertai doa, laku khusus misalnya puasa, dan berjaga (melek). Sangat penting menurut saya adalah kita selalu INGAT bahwa membersihkan pusaka itu perlu dan YANG LEBIH PERLU LAGI KITA SELALU MEMBERSIHKAN DIRI dengan selalu mohon ampun, petunjuk dan bimbingan dari TUHAN YME. agar kita dapat beribadah dengan benar. Besok sambung lagi ya ………….. 22/nov/2008
BACA SELENGKAPNYA - MORI,KAIN YANG UNIK

Read more...

Kamis, 20 November 2008

DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT

DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT
Oleh ; Djoko Sumarjono, Pembina UKM SHTerate Undip.2008.

Daun sirih (suruh) di samping mempunyai kehebatan daya untuk kesehatan (baca sendiri di situsnya ya), digunakan pula untuk lambang budaya. Contohnya ada ungkapan SEKAPUR SIRIH yang maksudnya kalimat PEMBUKA/PENGANTAR untuk maksud lebih lanjut. “Wolak-waliking suruh gineget pada rasane” (= Walaupun beda tapi rasanya sama). Juga ada yang menggunakan sebagai kelengkapan sesaji keperluan ritual tertentu. SURUH dalam khasanah Jawa jarwo-dhosok nya (akronim) SU= baik, RUH=Roh, maksudnya lambang roh yang baik. Saya pikir lambang hati SH-TERATE ya daun Suruh ini.
Dalam sah-sahan SHTERATE, daun sirih ini digunakan untuk me”ngecer” ya seperti mengobati mata dengan tetes mata gitu, daunnya sebagai wadhah cairan tetes, lha cairan tetesnya adalah rendaman daun sirihnya. Tapi bukan sembarang daun sirih, sirih untuk pengeceran adalah sirih jawa (biasa untuk bahan kinang) yang diambil/ dipilih dari segedheng (satu untaian) pembelian tanpa ditawar, yang pangkal urat daunnya bertemu ( temu rose). Dari satu untai suruh, mungkin hanya beberapa yang “temu rose” bahkan satu, lha kalo ndak ada? ya disuruh beli lagi hehehe ( nanti ngecer pakai apa?). Apa yang lebih banyak lebih hebat? yang jelas makin banyak suruh yg temu rose ya makin pedih dimato.
Menurut saya dikecer itu agar saya menjadi lebih terang dalam melihat, dan “KETEMU RASA” dengan RUH YANG BAIK dan ditambahi ENERGY MICRO-SUPRANATURAL oleh pengecer agar mampu untuk itu. Ya itu mung kira-kira lo wong sampai sekarang saya ndak diberitahu dan ndak tahu buku standarnya hehehe. Tapi ndak papa kalo sesuai dengan image saya itu sudah baik ndak klenik. Kalo mistik (misteri, ghaib, ndak masuk akal, aneh, nggumunke) yoo meessthiii (klo ini semarangan) wong agama saja menurut ULil (mantunya gus Mus), 99,99% dasarnya PERCAYA bukan rasio, tiwas teorinya hebat wong gak percaya piye jal (ini ya Smgan). Yang saya usulkan kan cumaaan mbok yao yang dikecer itu diberitahu, saya pikir kalo yang dikecer dan pengecernya tahu kan bisa juga temu-rose dan hasilnya pasti lebih hebat, menjadi manusia yang kenal diri ya kenal pribadinya wong yang ngecer terbaik dari yang baik hehehe. Ada lo saking mantepnya dikecer, air suruh itu diminum, dan dibuat mandi agar tubuhnya bisa kebal luar-dalam, itu katanyo saran dari pelatihnyo. Ooo gitu ya mungkin ini yang buat adik-adik berani karena menganggap kebal seluruh tubuhnya termasuk kebal muka ya hehehe. Apa ya betul itu? Kalo saya dulu ya untuk “sibin”/membasuh tubuh, wong sudah pagi dak sempat mandi esok harinya langsung tidur hehehe. Sudahlah ya besok di SSS...AMBUNG lagi ya. Selamat berlatih …………………. 20/nov/2008.
BACA SELENGKAPNYA - DAUN SIRIH/SURUH YANG HEBAT

Read more...

PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE

PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE
Oleh : Djoko Sumarjono, Pembina UKM PSHT-UNDIP2008

Bulan bulan gini para pelatih shterate sangat sibuk untuk mengisi latihan pemusatan siswa tingkat putih. Tidak seperti cabang lain yg banyak siswanya, cabang semarang hanya 19 siswa diharapkan jadi warga TK 1. Lumayanlah untuk dapat ikut berpartisipasi dalam aktifitas kebaikan (budiluhur) melalui pencak silat. Biasanya tidak banyak pertanyaan yg muncul dalam prosesi pengesahan/ pengeceran. Tetapi setelah pengesahan, maka berbagai pertanyaan akan muncul dan hal ini tentu merepotkan bagi sedulur senior yg bukan TK2/pengecer karena mereka (seperti saya juga) sering menjadi tumpuan pertanyaan-pertanyaan. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan lingkungan yg fanatic dalam berkeyakinan agama. Oleh karena itu Dalam pemusatan latihan seyogyanya DIBERIKAN PULA MATERI YG AKAN DILAKUKAN DALAM ACARA PENGESAHAN sehingga hanya siswa yg mantaplah yg berhak menjadi saudara/disahkan. Di samping itu calon warga (siswa) AGAR MENANYAKAN PULA DALAM ACARA PENGECERAN tentang maksud-maksud yg terkandung dalam pengeceran itu.
Pertanyaan pokok yang sekarang ngeTREND adalah : Pengeceran itu apa ndak sirik/musyrik?, mulai dari tes jago yg harus membawa ayam jago, Ubo-rampe spt pisang raja, suruh temu rose, mori, cara duduk prosesi, dikecer matanya, dijabat tangannya, dan harus mengucapkan sumpah. Duluuu jaman saya memang pertanyaan seperti itu nggak ada karena ya pasrah/ikut saja caranya situ la orang-orang pinter/penggede saja nyatanya ya pengin disahkan, klo ada yang sempat bertanya dijawab apa hayyo? “durung wayahe dik” hehehe. La sekarang adik-adik kita ini pinter-pinter tur wani (Pas dengan berani benar-berani salah), kalo ndak dijawab dengan benar, maka ya CARI YG LAIN dan ini masih mending, la klo menjadi MUSUH yg salah siapa? (ya para senior yg berani MAWAS DIRI tentunya).
Ketika saya ditanya hal seperti itu oleh adik Darminto (Jogya) ya saya jawab: Gini lo dik PENGESAHAN itu TRADISI BUDAYA SH TERATE, kita ibaratkan WISUDA sarjana di perguruan Tinggi, ya ada tes terakhir, uborampe seperti makan-minum yg dibuat nyeni, duduk teratur, memakai toga- samir tanda perguruan, diberi ular-ular, mengucapkan sumpah, disalami pimpinan sekaligus memindahkan kucir dari KIRI ke KANAN (dari pikir jelek ke baik), dan di doain. Kalo gitu gak sirik/musyrik ya mas? Sya jawab bahwa sirik/musrik itu ada di hati dan pikiran masing-masing orang saya ndak punya kemampuan untuk menjelaskan hal itu wong gak terlihat, tapi sebagai ancer-ancer ya tampilan/profil yg mengecer. Makanya yg mengecer ini seharusnya dikaji betul-betul oleh para Profesor SHer. Duluuu pak Salyo (Jogja) pernah bilang yang mengecer harus melakukan puasa juga wong yang dikecer disuruh melakukan puasa, sehingga prosesi dapat berlangsung sama-sama “bersih”. Mengenai makna macam-macam uborampe tentunya ada, sy belum pernah baca di buku pegangan SH TErate, tapi saya berani pastikan itu hanya symbol-simbol tentang ngelmu SHTERATE, cumaaan yaitu tidak dijelaskan di prosesi pengeceran, maka saya usulkan seperti di atas. Yaa gitulah smoga siswa dan warga makin siap untuk mengerti, memiliki, menjaga, dan mengembangkan citra SH TERATE …………………………………… 19Nov 2008
BACA SELENGKAPNYA - PENGESAHAN MENJADI WARGA SH-TERATE

Read more...

Selasa, 23 September 2008

TENAGA DALAM-ku, TENAGA DALAM-MU

TENAGA DALAM-ku, TENAGA DALAM-MU
(Pengalaman, D.Sumaryono, Pembina UKM PSHT-Undip,2008).
Tak kusangka, tak kuduga (sejak dahulu) dia yang heboh di era 85-95an, (sampai-sampai ada judul di Cover TEMPO: EKSPOR TENAGA DALAM ) setelah penulis ungkapkan kembali banyak kadang yang “antusias” membuka blog ini padahal dulu pernah ditanggapi “miring “ oleh mas Januarno (Alm) senior Jakarta “Kitapun bisa” ucapnya ( sadar tidak ya?). Tanggapan sedulur (adik) effendi dari Solok-Sumbar , ada kesan prihatin tentang ajaran SH Terate yang tidak mengupas Tenaga Dalam sehingga saudara muda kita banyak berguru orang luar. Tanggapan sesepuh dari Bandung yang tidak berkenan disebut namanya, juga menyiratkan ada sesuatu yang “urgen” tapi “hilang” (takdiajarkan) atau diajarkan tapi “berbeda”, sehingga ada Joke tk I terlihat tawuran melulu, tk II sombong, tk III arogan ? Penulis “yakin” SH Terate ada ILmu Tenaga Dalamnya cumaaan, penjelasan visi-misi-kompetensi-aksi-metode belum “Genah/Cetho”. Penulis sangat berharap-harap (tanpa cemas) nanti akan ada sedulur (bukan saya lo) yang lebih senior mendokumentasi dan menerbitkan dari percetakan Bandung sebagai upaya memberikan “metode “ Tenaga Dalam yang Khas dalam rangka ikut mengingatkan/mencegah kerusakan dari sedulur-dulur kita.
Lhoo nglantur, yang penulis sendiri pengalamannya gimana? Ya ya sabar dulu ya, karena ceritanya panjaaaang dan Tenaga Dalam yang kuperoleh BUKAN dari SH Terate tapi dari ajaran Kebathinan. Tapi tak mengapa diceritakan dengan harapan para sedulur bisa memilah perkara Organisasi yang tidak boleh dicampur dengan barang lain atau perkara Pengetahuan Umum yang bebas dipilih untuk sempurnanya kehidupan ( Editan dari kata mas Sakti Jkt). Begini cerita yang dipersingat:
Awal Idul Fitri (1992) penulis sadar bahwa ada sakit tubuh (13 tahun) yang belum ketemu obatnya. Kakak ipar menyarankan masuk ke hutan Purwa semenanjung blambangan Jatim untuk konsultasi dengan “wong tuwa” yang juga tak berkenan disebut namanya. Singkatnya penulis diberi “pengertian hidup” model Jawa secara detail walaupun beliau bukan orang Jawa (aneh bukan?) Ajarannya mengungkap Sedulur papat yaitu Mutmainah,Supiah,Aluamah,Amarah dan kelima Pancer (S45P) seperti ajaran Ki Bayi Panurta yang dijelaskan dalam Serat Centhini versi tulisan jawa latin ( Karkono, Jogja). Juga seperti dalam kitab primbon Jawa : Atassadur Adam Makna. Perbedaannya hanya di dalam “proses penyadaran” bahwa memang ada dalam kehidupan kita dan kalau tidak dikendalikan merupakan musuh yang paling berat. Ada semacam ritual mulai ubo-rampe sampai “dhawuh” secara khusus , tapi semua pengertian/penghayatan dimulai dari RASA/RAHSA seperti pitutur Gusti Mangkunegara IV (pangkur-Wedhatama): Tan samar pamoring suksma, Sinuksmaya winahya ing ngasepi, Sinempen telenging kalbu, Pambukaning Warana, Tarlen saking liyep layaping ngaluyup, Pindha pesating supena, Sumusupe rasa jati.
Setelah “dibuka” penulis ngerti S45P, dan penyakit yang diderita penulis sembuh, disertai ilusi keterangan asal dan obat penyakitnya. Nilai plus yang lain yaitu dapat Ilmu, Iman dan melangkah dengan mantap ikut Memayu- hayuning Bawana. Petualangan ada karena penulis berprinsip” harus ada bukti nyata bersama orang lain” bukan karena arogan (baca: artikelku yang lain ya). Bagi kaum muda murid Tenaga Dalam, Tenaga ini (S45P tak kukatakan) diakui sebagai Tenaga Dalam. Bagi Prof Darmanto,Yt (Psykologi-undip) beliau namakan Encephalo Electro Magnet (EEM) ketika penulis praktekkan didepan beliau. Bagi teman yang baru kena masalah dan mempraktekkan tenaga ini, ternyata bisa membuat “entheng bagi yang “berpikir berat”, bisa membuat “tenang“ bagi yang “emosional” anehnya juga bisa “menjernihkan” dari anasir “gelap”. Bagi-ku S45P ini adalah Tenaga Dalam yang berasal dari Allah yang Maha Suci, Maha Welas, Maha Asih, Maha Kuasa Mencipta Langit dan Bumi, Yang ku Sembah dan yang di Sembah Semua Makhluk. Singkatnya yaaa Tenaga Dalam-ku, TENAGA DALAM-MU dan karena menggunakan tata-nafas maka kutandai dengan nama “Nafas Kehidupan Pangruwating Diyu” sebagai pemancar cinta dan cita….……………23Sep08.
BACA SELENGKAPNYA - TENAGA DALAM-ku, TENAGA DALAM-MU

Read more...

Jumat, 12 September 2008

PERSAUDARAAN SH-TERATE YANG KUKENAL

PERSAUDARAAN SH-TERATE YANG KUKENAL
D. Sumarjono, Pembina UKM-Undip 2008.
Suatu sore Januari 2008, datanglah dua orang mahasiswa ke rumahku. Mereka mengaku warga PSHT dari UNDIP dan meminta saya untuk menjadi Pembina UKM PSHT-Undip. Seperti tersadar bahwa saya sudah lama tidak berkumpul dengan sedulur-sedulur SH-Terate untuk berbincang-bincang dalam wadah organisasi. Saya mengundurkan diri secara lisan dalam rapat di tempat sdl Rochadi untuk tidak aktif dalam organisasi sejak 1993 karena ada tugas lain. Ketika itu UKM PSHT undip baru gencar-gencarnya di kembangkan. Melihat SH-Terate yang berkembang pesat dewasa ini, apakah saya mampu menjadi Pembinanya ?
Kenangan lama muncul kembali. Sejak disahkan Earste trap (Tk 1.)di balai desa Oro-oro Ombo Madiun th 1973, saya masih melanjutkan sekolah di SPMA Jogjakarta, terus ke fapet UGM sampai th 1981. Sempat menjadi Sekretaris Cabang SH-Terate Jogjakarta dan menjadi ketua panitia pengesahan pertama cabang Jogjakarta di tempat bpk Salyo Harso Utomo. Th 1982 kerja jadi dosen fapet Undip sampai sekarang bersama dengan Doktor Ir.Sudjatmogo, MS. Bersama C.Dayat (Mas Dayat), Rochadi, Djadmogo, Mas Danang dan R. Simorangkir (Mas Richad) ikut mengembangkan SH-Terate Cabang Semarang. Jabatan terakhir di organisasi adalah Sekretaris Dewan Cabang P SH-Terate Semarang bersama dengan Danang Soewito, SH sebagai ketuanya berdasarkan rapat dibalai Desa Krapyak yang dihadiri Mas Tarmaji dan Mas Murjoko.
Walaupun tidak aktif di organisasi, saya masih tetap mendengarkan, melihat, membaca berita perkembangan SH Terate. Kenyataan bahwa SH- Terate berkembang sangat pesat telah lama menjadi cita-cita, mengingat materi ajaran nya baik, metodanya mudah dan biayanya murah. Hanya banyaknya berita miring yang dilansir media antara lain “Keroyokan”, “Dukung-mendukung tokoh politik”, “Pemecatan sesama saudara” dan ”Pertengkaran karena Klaim kebenaran ilmu” menunjukkan ada suatu yang berubah dari SH-Terate yang saya kenal. Apakah betul ? Silakan simak pengalaman saya tentang Persaudaraan, Setia Hati, Bunga Terate, Pencak Silat dan Organisasi dalam P SH-terate. Komentarnya saya tunggu. Salam persaudaraan.

Persaudaraan Dalam SH Terate
I. Pitutur /wewarah Sedulur Tuwa,
1). “…...dengan saudara disahkan menjadi warga Persaudaraan SH Terate, maka saudara telah menjadi saudara saya seperti saudara kandung…(Mas Dokter Karno pada Sambutan Pengesahan Warga Di Oro-oro Ombo madiun, 1974).
2). “...arti dari persaudaraan yang kekal dan abadi adalah apabila sudah menjadi warga, maka tetap menjadi saudara walaupun sudah tidak bisa pencak-silat lagi..” (Mas Kacik/Ciptardjo, Ngawi).
3).”…arep ngesahke dadi sedulur wae kok dadi angel ki sing arep kok goleki apa ta? (Bu Salyo pada pengesahan pertama Jogjakarta, 1975).
4). “…saya tidak ada masalah dengan saudara Ngemron, saudara ngemron menjadi warga saya tidak menyuruh, dan apabila ingin keluar juga bukan urusan saya..” Mas Tarmaji (Ka Pus) di Pertemuan Sh Terate Cup TMII th1985, Jakarta).
5).”…sekali disahkan menjadi warga SH terate, maka saudara tetap dianggap sebagai saudara tidak hanya di Magelang saja, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri (Nurhadi Abas, Ka Cab Magelang, pada pengesahan Warga 2003).
6).”…Saya di sini atas undangan lisan pengurus. Ketika bertugas menjadi direktur Akademi Perdagangan saya memang membina Beladiri Tenaga Dalam” Ganesha” yang tidak ada sangkut-paut dengan organisasi SH Terate, bahkan saya sadar harus mengundurkan diri dari Dewan Penasihat SH Terate cabang Semarang agar tidak rancu dalam melaksanakan tugas. Saya rela tidak aktif dalam organisasi, bahkan tidak dianggap lagi sebagai saudara, tetapi saya TETAP memandang semua warga SH Terate menjadi sedulur yang kekal dan abadi yang mesti saya bantu jika memang dibutuhkan. Saya tidak mempermasalahkan pandangan para warga SH Terate mau menganggap saya sebagia sedulur atau tidak, saya pulangkan kepada saudara-saudara semua….”( D. Sumarjono, mengklarifikasi keberatan Mas Tunggul atas kehadiran dalam rapat Cab.Semarang, 2002).
Gambaran tersebut tetap diingat oleh penulis bahwa sedari dulu organisasi Persaudaran SH Terate ( yang Notabene belajar pencak silat), mengutamakan Persaudaraan. Inilah yang membedakan dengan Perguruan Pencak Silat/beladiri yang lain dan yang menjadi perangsang pertama kali bagi penulis untuk ikut belajar pencak silat SH Terate th 1970 di Ngawi.
II. Pengalaman Persaudaraan
Pengalaman Latihan di Ngawi, pelatihnya: mas Pranowo, mas Han, Mas Kacik, mas Susetyo, mas Palal. Tingkat hijau akan ke putih dilatih oleh mas Han di rumah jl Mayang. Sesama siswa tingkat hijau ke putih (1971/1972): Muchlis, Sasongko, Sriyanto, Kasiyanto, Sawal, Yonthil (penulis), Sribahagia, Tejo. Semua disahkan th 1972 kecuali Yonthil karena pindah sekolah di SPMA Yogyakarta. Di Yogyakarta dilatih oleh Mas Susetyo (yang ternyata kursus di Yogya), kemudian dikenalkan dengan warga cabang Yogya. Pelatihnya; Mas Ngemron(Imron), mas Peni, mas Larjo, Mas Warijo dan diketahui warga asal Madiun: Mas Wijono, mas Bambang Kartono, mas Parno. Disahkan tahun 1973 di Oro-oro ombo Madiun, di antar oleh mas Imron dan di kecer oleh Mas Setyawan. Warga baru yang disahkan waktu itu kurang dari 100 orang ( 92 orang) dari seluruh Indonesia. Dari Yogya ada 6 orang : Yonthil (penulis), mas Cipto, Ning (putri), Trismi(putri), Kus(putri), Tri(putri) dan yang hanya 1(satu) orang dari Blora yaitu mas Sukiyanto (sekarang guru lukis SM Katholik Yos Sudarso). Setelah disahkan, ikut mengembangkan SH Terate di Yogya sampai tahun 1982, kemudian pindah ke Semarang. Pernah ikut kejuaran (semuanya tanpa mendapat Nomer) di DIY tahun 1973 (tanpa bodi protektor) , seleksi PON DIY th 1976, Seleksi Jurnas DIY th 1978. Melatih Atlet SH Terate di setiap kejuaraan DIY, dan Semarang.
Dalam pergaulan-bersaudara banyak pelajaran yang dapat diambil hikmah nya ( tentunya untuk menjalani kehidupan yang luas). Ternyata ada saudara yang suka marah melulu, ada yang tenang, ada yang suka berfikir logis/pinter, ada yang ndak pinter, ada yang ngak mau susah/maunya senang, ada yang ingin menguasai dan lain sebagainya. Keretakan/tidak harmonisnya persaudaraan antara lain karena:
1). Saudara yang satu merasa lebih tinggi (Kedudukan, Kepandaian, Kekayaan, Ilmunya) minta untuk dihormati, padahal tidak pernah menghormati saudara yang lain.
2). Penerjemahan aturan organisasi yang tidak dilandasi dengan hakekat persaudaraan sehingga menimbulkan setia hati malahan “sakit hati”.
3). Kurang wawasan Umum (IPOLEKSOSBUD) sehingga bertindak tanpa sadar, bukan atas kesadaran diri-pribadi.
Tiga hal itu haruslah disadari dalam bersaudara, yang penting adalah bagaimana sesama saudara saling mau/bersedia untuk SALING menghamat-hamati dan mengingatkan dalam koridor TETAP RUKUN agar menjadi teladan dalam mengingatkan kebaikan “Memayu Hayuning Bawono”. Pengalaman penulis hakekat persaudaraan itu adalah “Satu dalam Bermacam-macam, Sama dalam perbedaan, Rerukunan, Gotong-royong, Ora menang-menangan, Ora dhuwur-dhuwuran Ngelmu, Ono rembug yo dirembug. Semua saudara ikut terlibat bersama-sama melakukan kebaikan bagi sesama makhluk. Bhinneka Tunggal Ika.
III. Penutup
Apakah 3(tiga) hal itu masih ada? Dulu penulis sering ber anjangsana ke saudara tua, sesepuh, dan berdiskusi dengan orang tua lain untuk mengatasi 3(tiga) masalah itu. Ternyata Saudara itu bukan hanya Saudara sekandung, sedulur tunggal kecer , SH Terate saja ; tetapi sesama makhluk hidup itu juga saudara.

Setia Hati dalam SH-Terate
I. Pitutur /wewarah Sedulur Tuwa,
1). “…manusia dapat dimatikan, manusia dapat dihancurkan, tetapi manusia tidak bisa dikalahkan selama manusia masih setia kepada hatinya…” (Mas Imam. Ketua WanPus) dalam pengesahan SH-TerateYogya, pengok Kidul1977).
2).”…manusia Setia Hati adalah manusia yang dirinya Setia kepada Hati sanubarinya…”( Pak Hasan, Slametan Pengesahan SH-Terate Yogya,Pengok Kidul 1977).
3).”…Dik Djoko, pokoke awake dhewe iki ora biso apa-apa, lan ora arep apa-apa..” (Mas Imron, Anjangsana di Kostnya Yogya, 1973).
4).”…Dik yen kowe pengin ngerti apa sing kok tindakake iku bener, kowe yen bengi menenga ijen, timbangen sakabehe lan sawise iku putusno, ya iku sing kudu kok lakoni..” (Mas Kun 1974. Sekarang di Jaten Solo).
5)”…Ilmu SH itu, adalah ilmu ndelok gitoke dhewe..” (Mas Tunggul, Di tempat latihan Semarang College 1983).
6).”…teruslah belajar SH, karena ilmu SH itu ilmu kedung Jero…”(Sambutan mas Tarmaji yang dibacakan Mas Dayat pada pengesahan 2003 di Semarang).
II. Pengalaman Pemahaman Setia Hati.
Pada tahun 1979, penulis mendapat tugas membuat paper dalam mata kuliah agama Islam dan terlintas pikiran bahwa SH Terate dapat dibuat sebagai bahasan paper.( penulis baru senang-senangnya mendalami ke SH an). Penulisan dan diskusi bersama Mas Farouk (Alm) karena pinjam Al Qur’an dan terjemahannya (malumlah bukan orang pondok pesantren) di rumahnya.Pertanyaan yang akan dijawab apakah SH dalam SH Terate itu benar menurut agama Islam?(paling tidak ada teks Al Qur’an yang membenarkan).
Dalam penulisan hal pokok sebagai acuan/pedoman adalah Mukadimah AD/ART SH Terate. Hal ini karena isi/jiwa/roh didirikan suatu lembaga apapun pasti mempunyai dasar, dan biasanya dijelaskan di pembukaan/mukadimah. Paper membahas tentang : Kembali Ke kausa Prima, Peranan hati dan selubungnya, Tujuan belajar pencak silat, dan ajakan organisasi. Judul paper adalah “Setia Hati Terate Sebagai Jembatan Penghubung Mengenal Tuhan YME”. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa Persaudaraan SH Terate ajarannya adalah benar, papernya dapat nilai B.
Banyak suka-duka dalam belajar menjadi SH (dalam arti umum). Pada tahun 1992, penulis diajak Kakak ipar untuk masuk hutan Purwo, Semenanjung Blambangan-Banyuwangi. Hal ini karena penulis sakit-sakitan sejak tahun 1979 belum ketemu dokter ,dukun, Kyai , apalagi warga SH Terate yang cocok. Di Hutan Purwo penulis dikenalkan seorang tua (bukan warga SH Terate) yang pada akhirnya penulis akui sebagai orang yang mampu dalam waktu singkat membuat penulis tahu, mengerti, menghayati dan melaksanakan hakekat Setia Hati seperti yang dituliskan di Mukadimah AD/ART PSH-Terate. Indikator utama yang nyata adalah penulis sembuh dari sakit, lebih jernih melihat segala tingkah- polah, dan lebih bahagia dalam mengarungi kehidupan.
III. Penutup
1). Pada jaman dulu penulis tidak pernah menjumpai ajaran Setia Hati yang
tertulis , adanya hanya pitutur/wewarah. Apakah sekarang ada?
2). Tanpa belajar pencak silat SH-Terate, setiap orang dapat pula memahami
“setia hati” . Apakah betul?
3). Pemahaman Setia Hati akan mengarahkan segala tabiat BUDI LUHUR. dan
organisasi perlu membina warga secara terprogram. Apa Betul?

Bunga Terate dalam SH-Terate
I. Pitutur /wewarah Sedulur Tuwa,
1). “… Bunga Terte dapat hidup di air, di tanah, dan bahkan di udara, berarti warga SH Terate harus dapat “Ajur-Ajer” hidup dimana saja…”( Mas Imam, Pengesahan Madiun 1974).
2). “…Bunga Terate ada yang kuncup, setengah mekar, dan mekar berarti warga SH TErate berkembang dari tingkat ke tingkat…” ( Mas Murhandoko, Ngawi 1971).
II. Pengalaman Pemahaman “Bunga Terate”.
Manusia, secara umum suka mengekspresikan apa yang menjadi makna/isi sesuatu hal ke dalam bentuk “lambing-lambang” agar mudah dikenal dan dioperasionalkan. Pendapat ahli dari UGM. “Bunga” sangat disukai oleh masyarakat Nusantara dan banyak dipakai sebagi lambang. Bunga dipakai untuk mengekpresikan keindahan, keharuman, dan makna simbolik. Misalnya bunga Kanthil: makna nama=perekat/selalu ikut, makna bentuk menguncup=menuju ke tuhan, makna warna kuning=kesenangan,keagungan, warna putih=kesucian, bau harum=kebaikan.
Bunga Mawar: makna nama=membuat “tawar”/seimbang, makna bentuk bulat= teguh/bersatu, makna warna merah-jingga-putih-biru= semangat-cinta-suci-dalam. Bunga Kenanga: makna nama = agar terkesan, bentuk bulat memancar= memancarkan sesuatu ke semua penjuru, makna warna hijau= ungkapan perasaan, warna kuning= kewibawaan/kesenengan.
Bunga Terate ada dua klasifikasi yaitu Terate Kecil (Lotus Sp), dan Terate Besar (Nellombium Nellombo). Contoh Terate kecil dapat dilihat di Kolam UNDIP Pleburan pada Waktu Musim Hujan saja (Di Musim Kemarau Tak Nampak) atau yang umum dipelihara di kolam masyarakat. Terate Besar, tidak umum dipelihara masyarakat, tapi ada di salah satu kolam kebun raya Bogor. Perbedaannya : Terate besar ukurannya lebih besar, daunnya bundar tepinya runcing seperti hiasan daun pisang di tepi tampah-sesaji (Tampah tumpeng).
Bunga Terate/teratai merupakan bunga lambang kehidupan ke Budhaan. Bentuknya indah, megah, di kolam/tempat yang “kotor” pun dapat hidup dan nampak semakin indah dan megah, hidupnya mengambang di air tetapi tidak hanyut ( bisa mengendalikan diri). Kemungkinan nama lain bunga Terate adalah bunga “Wijaya Kesuma” milik hyang Wisnu yang menitis kepada sang Budha.
Kiranya makna bunga TERATE dalam SH-Terate dapat juga :.. Warga SH Terate dapat hidup di lingkungkan manapun dengan tetap mampu mengendalikan diri, memancarkan keindahan dan kemegahan serta membuat lingkungan hidupnya nampak indah.
III. Penutup
1). Bunga Terate sebagai Lambang perwujudan tujuan.
2). Apakah perilaku warga SH Terate masih demikian?

Pencak- silat dalam SH Terate.
I. Pitutur /wewarah Sedulur Tuwa,
1)”….Pencak adalah gerakan tubuh dengan jurus-jurus, sedangkan Silat adalah gerakan batin dalam pencak yang cepat dan mematikan. Dengan Pencak-silat seseorang mampu mematikan lawan dalam hitungan 3 detik…” (N.Abas, anjangsana di Magelang 2003, klarifikasi SH terate Kala-Cokro).
2).” …Pencak-Silat adalah tali persaudaraan dan penjaga persaudaraan. Pencak silat adalah beladiri asli budaya di lambangkan dengan senjata tradisi pencaksilat bukan pistol, bedil dan semacammya. (Mas murhandoko, Ngawi 1971).
3).” Pencak silat salah satu ajaran SH dalam tingkat pertama berintikan seni, olahraga untuk pembelaan diri……..Pencak silat hanyalah sautu syarat untuk mempertebal kepercayaan disri sendiri dan mengenal diri pribadi. ( Mukadimah AD/ART PSH Terate.).
II. Pengalaman Pencak Silat
Pencak silat adalah nama umum beladiri yang khas bangsa Melayu. Intinya berupa ajaran gerak tubuh/pisik dan gerak batin/supranatural. Pencak silat dengan gerakan yang indah dapat untuk sarana kesenian,olah raga, mempertahankan diri dan dapat mematikan lawan. Seorang pendekar (Jaman Dahulu) tampak berwibawa, punya keberanian lebih bertempur seorang diri menghadapi lawan yang banyak, punya ilim supranatural/Kadigdayan misalnya : lembu sekilan, Sepi angin, Brajamusti, Rawa rontek, Idu Geni, Senggoro Macan.
Kehebatan Pencak Silat SH Terate diceritakan Mas Imam(Alm.Dewan Pusat) ketika menghadapai Kiai Sewulan (SHTT) yang intinya Kiai sewulan tak dapat bergerak walaupun sudah siap/”pasangan” saat mas Imam menyerangnya dengan didahului satu perkataan.Hal itu diulangi sampai pasangan dan serangan tiga kali, dan akhirnya kiai Sewulan mengaku kalah. Dengan ilmu SH bapak Hasan (alm.Sesepuh SH Terate Solo,1973) pernah menjadi juara pencak silat se Jawa ketika mudanya dan ini diakui pula oleh mas Iman ketika pengesahan 1973 di oro-oro ombo Madiun).
Pengalaman penulis belajar pencak silat di SH Terate sebatas pisik. Kehebatan (kalau dianggap ada) hanya berdasar teknik “Coba-salah-Perbaiki”. Dimulai dari latihan kerasnya berbagai tendangan ,pukulan dan ketahanan pisik. Semua tendangan pernah membuat”Lawan” sambung semaput. Ternyata kerasnya tendangan kalah dengan penggunaan langkah jurus yang benar… lalu?........ penggunaan jurus yang benar kalah dengan kecepatan……lalu? ….ternyata kecepatan gerak masih kalah dengan serangan tak terduga…. Sampai disini penulis mendalami gerakan pencak silat dan berkesimpulan bahwa gerakan yang hebat adalah Cepat, Kuat dan Tak terduga. Yang masih menjadi persoalan waktu itu adalah bagaiman mengantisipasi gerakan tak terduga? Di SH Terate penulis tidak memperoleh pengalaman memuaskan walupun sudah Tanya pada Warga Tingkat II. Tetapi dugaan penulis mungkin perlu belajar soal batin itu.
Secara batin dengan kawruh “sedulur papat limo pancer” memang penulis telah menemukan jawabnya. Walaupun bukan dari SH Terate, tetapi dapat menjelaskan maksud/kaitan diajarkannya PencakSilat oleh SH Terate dalam rangka Budi Luhur.
III. Penutup
1). Pencak Silat dalam SH Terate bukan tujuan utama
2). Diperlukan panduan khusus hubungan Pencak Silat-Kerochanian.
Betulkah semua itu?

Organisasi Dalam SH-Terate
I. Pitutur /wewarah Sedulur Tuwa,
“…dalam berorganisasi, jangan ada saudara yang terlalu “kemajon”, dan jangan ada saudara yang terlau “ketinggalan”…(Mas Imam, WanPus, Mubes ke II).
“…organisasi dalam Persaudaraan SH Terate, maksudnya jika ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan secara organisasi, maka diselesaikan secara persaudaraan..” (mas Murhandoko, Ngawi, 1971).
II. Pengalaman Pemahaman Organisasi
Asal kata Organisasi dari kata organ=alat yang punya fungsi dan bersama dengan alat lain menjalankan suatu tugas secara harmonis. Diibaratkan manusia, maka alat berupa kepala, kaki,tangan, jantung,hati, mata hidung,dll. Secara individu, dimulai dari cita-cita(Visi), kemudian dijabarkan dalam tugas(Misi), dan selanjutnya melakukan aktifitas/kegiatan(Aksi) tertentu. Visi berasal dari cita-cita/angan-angan/gagasan yang ada di kepala misalnya ingin menjadi Pendekar yang handal. Misinya adalah menguasai pencak-silat lahir batin, dan Aksinya adalah berlatih secara benar, luas dan mendalam. Secara kelompok, maka Visi, Misi dan Aksi harus ditetapkan/diatur dari-oleh-untuk kelompok itu sendiri dan biasanya tertulis dan terangkum dalam pembukaan/mukadimah dasar aturan berorganisasi. Secara umum, maka dalam organisasi harus ada ketua (=Kepala), Skretaris (=tangan kanan), Bendahara (=tangan kiri), Seksi-seksi (=kaki), Anggota (=bagian tubuh yang lain) dan yang terpenting adalah semua bergerak secara harmonis. Tidak harmonis maka akan menimbulkan sakit. Oleh karena itu penting dibuat aturan tertulis agar ada pemahaman dan dasar yang sama untuk bertindak dan sebagai syarat hokum Negara.
Ketika menjadi ketua bidang organisasi di Semarang, pernah penulis mengingatkan saudara yang memanfaatkan “kepandaiannya” untuk melatih secara mandiri tanpa sepengetahuan cabang tetapi jika pengesahan warga meminta disahkan lewat cabang. Juga pernah mengingatkan latihan setingkat ranting, tetapi tak ada pemberitahuan ke cabang , walupun telah penulis ingatkan bahwa cabang akan mengabulkan/tidak mempersulit latihan dan pengesahannya. Sekarang ini yang pernah penulis dengar ada SH-Terate “Wesi Kuning”, SH-Terate “Branjang Kawat”, SH-Terate “Kala Cakra”, SH-Terate “Jurus Lama”, SH-Terate “Wesi Aji”, Semua Embel-embel walaupun berkilah padepokan(=sasana=tempat berlatih) akan mengurangi arti keharmonisan organisasi dan penulis bayangkan akan ada banyak SH-Terate dengan bermacam-macam embel-embel jika dibiarkan. Mungkin pitutur sedulur tuwa dan pengalaman organisasi tidak lagi menjadi guru yang baik atau sudah beda paradigmanya?(=pikiran dasar).
III. Penutup
1). Berorganisasi perlu kesepahaman agar harmonis
2). Secara organisasi SH-Terate milik semua warga SH-Terate tanpa
membedakan tingkatan maupun usia.
Betulkah semua itu ?
-----------------------------------------------------selesai 9 Sept.2008
BACA SELENGKAPNYA - PERSAUDARAAN SH-TERATE YANG KUKENAL

Read more...

  © ryanwidhi teratediponegoro by shterateundip.co.cc 2008

Wangsul Maleh Dateng Inggil