Wasiat Ketua Umum SH Terate Songsong Muharam 1432 H
Assalamualaikum wr wb.
Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kita bisa berdialog di ruang ini
dalam suasana penuh rasa kasih yang terjalin melalui pranatan
persaudaraan, asah asih asuh.
Semua ini, semata-mata hanya karena berkah, rakhmat, hidayah dan
ridlo Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, mari kita bersama-sama
bermunajat, memanjatkan puji syukur. Sebab karena ridlo Allah itu
pulalah, kita bisa berdialog di ruang ini, dalam kondisi sehat wal
afiat, tak kurang suatu apa pun.
Kedua, ucapan terimakasih selayaknya kita haturkan lepada perintis,
pendiri dan tokoh SH Terate yang telah bersusah payah membimbing kita
menjadi seorang yang berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana tujuan ajaran SH
Terate.
Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai
Sebagaimana yang saya ungkapkan, bahwa salah satu tujuan SH Terate
adalah membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal
abadi, melalui pelajaran pencak silat.
Persaudaraan yang diyakini dan dianut oleh SH Terate adalah
persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi,
hormat menghormati dan bertanggung jawab. Persaudaraan yang tidak
memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi hegemoni
keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat, juga bukan
persaudaraan yang dibatasi suku, ras, agama dan antargolongan.
Tapi persaudaraan yang dianut SH Terate adalah sebuah jalinan
persaudaraan yang seutuhnya. Sebab SH Terate meyakini, bahwa semua
manusia yang ada di muka bumi ini pada dasarnya sama. Titah sakwantah .
Makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Di mata Allah, yang dinilai hanya kadar
ketakwaannya.
Menyadari hakikat persaudaraan sedemikian itu, maka tugas dan
kewajiban kita yang utama adalah menjaga persaudaraan yang telah kita
yakini ini demi terwujudnya kedamaian dan kelestarian dunia (Mamayu
hayuhning bawono).
Persaudaraan ini, akan tetap utuh kalau kita ini tidak merasa, aku
sing paling kuat, aku sing paling pinter aku sing paling ngerti
(Adigang, adigung, adiguna). Kita dididik penuh kesederhanaan. Status
yang kita sandang saat ini hanya titipan sementara. Dan, itu tidak akan
berpengaruh di dalam paseduluran (persaudaraan).
Keluarga Besar SH Terate Terate yang saya cintai
Perlu saya sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini, sekilas
tentang perjalanan sejarah SH Terate. SH Terate dirintis dan didirikan
oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango, Madiun pada tahun
1922. Beliau tercatat sebagai salah satu pejuang perintis kemerdekaan.
Artinya, jiwa patriotik mengalir dalam diri beliau. Sederhana, suka
menegakkan kebenaran, dan suka membela kaum lemah dan tertindas. Pada
era perintisan ini, keberadaan SH Terate masih bersifat perguruan
(paguron).
Atas restu Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pada tahun 1948 eksistensi SH
Terate disempurnakan dari konsep perguruan ke konsep organisasi. Salah
satu tokohnya adalah Soetomo Mangkoedjoyo. Beliau pula yang pertama kali
ditunjuk sebagai Ketua SH Terate.
Dalam perkembangnnya, muncul seorang tokoh bernama Irsyad. Pada era
ini, pelajaran Pencak Silat di tubuh SH Terate semakin diintensifkan. Di
antaranya, mulai digali dan diajarkan senam. Kemudian, ada
penyempurnaan jurus. Fokus penyempurnaan jurus di era Mas Irsyad ini
adalah efektivitas dan akurasi serangan dan tangkisan. Bukan perubahan
jurus.
Karena itu perlu saya tekankan dalam kesempatan ini, bahwa jurus SH
Terate dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Yang terjadi
adalah penyempurnaan jurus. Jadi, tidak ada istilah jurus lama dan jurus
baru dalam pelajaran SH Terate.
Hasil didikan Mas Irsyad, lahirlah salah satu tokoh SH Terate bernama
RM Imam Koesoepangat. Beliau adalah siswa kinasih pertama kali dari Mas
Irsyad. Lewat perjuangan dan tangan dingin RM Imam Koesoepangat ini, SH
Terate mulai berkembang, tak hanya di wilayah Madiun tapi mulai melebar
ke luar Madiun. Di era kepemimpinan RM Imam Koesoepangat ini SH Terate
berkembang hingga memiliki 46 cabang.
Puncak perkembangan organisasi terjadi setelah era kepemimpinan SH
Terate dipegang H Tarmadji Boedi Harsono,SE, salah satu siswa langsung
dari RM Imam Koesoepangat. Pada era kepemimpinan H Tarmadji Boedi
Harsono, SH Terate berkembang pesat tidak hanya di dalam negeri tapi
juga luar negeri. Tercatat sekarang ini (tahun 1432 H) SH Terate
memiliki 201 cabang dan 7 komisariat di luar negeri.
Saya perlu tegaskan pula di sini, sekalipun perkembangan SH Terate
cukup pesat, sampai sekarang SH Terate solid. Kita ini satu dan menyatu.
SH Terate lahir dari seorang pejuang. Patriotik kemerdekaan. Misi SH
Terate itu hanya satu, persaudaraan. Sejak kelahirannya tujuan SH
Terate juga satu, yakni mendidik manusia berbudiluhur yang memiliki jika
patriotik, sederhana, berani meneggakkan kebenaran dan membela kaum
yang lemah dan tertindas.
Kemudian untuk mengikat tali bersaudaraan itu, kita dikenalkan pada
budaya pencak silat. Disamping melestarikan budaya bangsa, tujuan pencak
silat adalah mengenal diri sendiri. Sebab, dengan mengenal diri sendiri
sebaik-baiknya, kita tidak akan sulit mengenal orang lain.
Maknanya, dengan diajari pencak silat, sesungguhnya kita dibimbing
untuk menjadi manusia yang mampu membela diri, membela orang lain,
membela masyarakat dan menjaga kelestarian kehidupan dunia. (Mamayu
Hayuning Bawana).
Karena itu, saya tekankan, setelah adik-adik disyahkan malam ini,
adik-adik tidak boleh sombong. Di hadapan kita, manusia pada hakikatnya
sama. Orang lain punya kekurangan, kita punya kekurangan. Orang lain
punya kelebihan, kita punya kelebihan. Yang tidak sama adalah perjalanan
hidupnya. Suratan nasibnya. Sebagaimana amanat yang tertuang dalam
priambul SH Terate,
�Bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya
masing-masing, menuju kesempurnaan. Demikianpun kehidupan manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, hendak menuju keabadian kembali
kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada melalui tingkat
ke tingkat, �..�
Selanjutnya alenia pertama priambul mengisyaratkan, ��.namun tidak
semua insan menyadari bahwa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan
menyelinap di lubuk hati sanubarinya.�
Saat ini sampailah kita di awal tahun 1432 H. Tahun yang dimulai
dengan bulan Muharram atau bulan Suro. Bulan penuh rakhmat, tantangan,
barokah sekaligus berdimensi mukzizat nubuah.
Sejarah mencatat, nabi-nabi besar panutan umat manusia terlepas dari
godam tragedi ego kemanusiaan (dur angkara budi candhala) di bulan
Muharaan atau bulan Suro. Salah satunya, Allah menyelamatkan Nabi Musa
dan kaumnya serta menenggelamkan Raja Fir�un di laut Merah.
Merevitalisasi momen ini, SH Terate menjadwalkan pengesahan Calon
Warga Baru SH Terate bulan Suro. Harapannya, calon warga baru yang kita
syahkan malam ini, akan mendapatkan ridlo dan karunia dari Allah SWT,
Tuhan Yang Maha Esa. Dibersihkan jiwaraganya (tinata lahir bathine).
Sehingga menjadi SH-wan atau orang yang berkepribadian Setia Hati.
Yakni, seorang yang berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu menempatkan rasa keadilan dan
arifan dalam pergaulan di tengah masyarakat, serta selalu terbuka untuk
memberikan maaf terhadap sesama (gung samodra pangaksami).
Keluarga Besar SH Terate yang saya sayangi.
Kalau kita memahami betul ajaran ini, saya yakin SH Terate akan tetap
utuh. Sebab saudara tidak akan lagi terjerumus ke dalam sifat iri dan
dengki. Yang ada di dalam jiwa kita adalah sifat saling sayang
menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggung jawab.
Karena itu saya perlu tegaskan, mari kita bersama-sama berjuang untuk
memegang teguh ajaran Setia Hati. Mari kita kembali ke jatidiri SH
Terate.
Saya berpesan, tolong, SH Terate ini jangan di bawa kemana-mana. Tapi SH
Terate harus ada di mana-mana. Setelah saudara disyahkan, tolong jaga
harkat dan martabat SH Terate. Jangan sekali-kali saudara menodai citra
SH Terate.
Akhirnya, kepada panitia Pengesahan Warga Baru SH Terate, dan semua
yang ikut membantu terselenggaranya acara pengesahan ini, saya ucapkan
terimakasih. Semoga Allah SWT menjadikan dharma saudara sebagai tanaman
yang dikemudian hari berbuah kebajikan..
Kepada Adik-Adik Calon Warga Baru SH Terate, saya ucapkan selamat
mengikuti acara pengesahan ini dengan hati yang bersih dan pikiran yang
tenang. Harapan saya, semoga setelah disyahkan, saudara bermanfaat bagi
kemaslahatan umat.
Akhirnya, sebelum mengakhiri sambutan saya, mari kita bersama-sama bersemboyan.
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR,
SELAMA BUMI MASIH DIHUNI MANUSIA,
SELAMA ITU PULA SH TERATE,
TETAP JAYA, KEKAL ABADI,
SELAMA-LAMANYA.
Wassalamualaikum Wr Wb
Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun
H. TARMADJI BOEDI HARSONO,SE
Sumber : www.lawupos.net
BACA SELENGKAPNYA - Wasiat Ketua Umum SH Terate Songsong Muharam 1432 H
Read more...